Halaman

Rabu, 24 November 2021

Gugu lan Tiru

 

Sejatinya setiap orang yang memberikan ilmu layak disebut guru. Bukan hanya yang terbiasa mengajar di depan kelas. Mencari pendidikan tak sebatas hanya di sekolah. Sekolah adalah tempat mendapatkan ijazah yang bisa ditukar dengan pekerjaan. Aih, terlalu berat kalimat itu kawan. lupakan.

Mengenal kata guru, ketika saya masih SD. Pulang pergi tak lupa mencium tangan bapak atau ibu guru. Merekalah yang membuatku bisa membaca menulis dan berkreasi. Mereka adalah katalis pendidikan. Tanpa guru, sekolah akan muram, tak bertaji. Siapa yang menerangkan materi? Siapakah yang akan menjawab pertanyaan?

Masa pandemic ini, menjadikan banyak orang tua menjelma menjadi guru. Fungsi orang tua seharusnya memang seperti itu. Guru bagi anak-anaknya. Namun nyatanya banyak yang keberatan, buat apa membayar SPP sekolah kalau masih disibukkan dengan mengajari anak-anaknya materi yang begitu menyulitkan. “sudah susah nyari duit sekarang ditambah lagi tugas anak, hidup memang tak memihak pada ekonomi rendah”.

Anak-anak pun juga frustasi. Terlalu lama di rumah, bukannya menyenangkan malah menjadi bulan-bulanan orang tua yang menuntut tugasnya segera dirampungkan. “ah, aku kangen guru dan sekolah. Begitu kira-kira suara hati seorang murid.

Mungkin posisi guru menjadi sosok yang paling dirindukan di sekolah di masa sekarang ini. Susah juga belajar sendiri, bingung mau bertanya ke siapa, google bisa menjawab tapi buat apa kalu tak bisa bikin paham. Alih – alih paham, anak malah selancar mencari kesenangan yang lain. Teknologi memang perlu maju, tapi jika tak ada pendamping yang tepat, sebaik apapun alatnya tak akan bisa menyelesaikan tugas sesuai harapan.

Bagi saya yang dulu alumni sekolah analis kimia, peran guru sangat diperlukan. Bagaimana rasanya menyusun reaksi Hcl 0,1 N direaksikan NaOH 0,25 N menjadi NaCL dengan berapa N??bisa dibayangkan betapa mumetnya kami jika hanya bertanya pada mbah google. Untung saya sudah lulus, jadi tidak ikut merasakan semrawut mengerjakan tugas kimia analisis. Heuheuheuhe.

Terlepas dari huru hara guru pns guru honorer guru tetaplah sosok panutan pengganti orang tua di sekolah. Siapapun gurumu muliakanlah. Dari dialah pembuka pintu gerbang pengetahuan.

selamat hari guru 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar